PCNU Kulonprogo Konfercab, Momentum Strategis

0
10

KONFERENSI cabang (konfercab) merupakan momentum strategis untuk melahirkan pemikiran-pemikiran yang realistis, inovatif dan sangat dibutuhkan umat untuk meningkatkan kinerja dan memperkokoh ukhuwah Islamiah di antara pengurus NU kabupaten ini dengan pemerintah daerah dalam mengemban amanah umat.

“Pemkab berharap, disamping terbentuk kepengurusan baru sesuai harapan dan tuntutan zaman, konfercab juga melahirkan pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasan cemerlang yang disampaikan kepada pemerintah untuk membangun Kulonprogo yang kita cintai ini menjadi daerah yang maju dan makmur dalam keimanan dan ketakwaan,” kata Wabup Kulonprogo Fajar Gegana saat membacakan sambutan tertulis Bupati Sutedjo sebelum membuka secara resmi Konfercab ke-19 PCNU Kulonprogo di Aula SMK Ma’arif 1 Wates, Sabtu (5/6/2021).

Konfercab dihadiri Wakil Ketua PWNU DIY, H Fahmi Akbar Idries SH, Anggota DPD RI wakil DIY KH Dr Hilmy Muhammad, Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE, Ketua BPC Kadin setempat Ki H Kuswadi ST.

Bupati berharap, konfercab sebagai media evaluasi dan introspeksi diri terhadap program-program NU yang sudah dijalankan. “Seluruh peserta hendaknya mengikuti tahapan demi tahapan konfercab sehingga acara berjalan lancar dan menghasilkan yang terbaik demi kepentingan umat NU di Kulonprogo dan DIY,” jelasnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Drs HM Wasiludin dalam sambutannya dibacakan ketua panitia konfercab, H Rahmat Raharja mengatakan, konfercab bertema ‘Merawat Tradisi Menguatkan Jati Diri Menuju Organisasi yang Mandiri’ memberikan arah dan pijakan ke depan. Kulonprogo menghadapi perkembangan dan perubahan luar biasa yang sudah barang tentu ada dampak positif tapi juga dampak yang tidak diharapkan.

“Dalam menghadapi dan mensikapi hal tersebut, PCNU harus dapat berperan aktif, jika tidak akan ketinggalan. Kita harus mampu memanfaatkan peluang berbagai bidang. NU didirikan dengan dua mandat besar yaitu, peran tanggungjawab keagamaan dan masalah kebangsaan,” katanya.

Diungkapkan, Pengurus PCNU Kulonprogo hasil Konfercab ke-18 tahun 2015 silam sesungguhnya telah menghasilkan program kerja, tapi karena keterbatasan di berbagai hal maka semuanya belum membuahkan hasil maksimal. Bahkan masih menyisakan tanggungjawab antara lain, pengadaan sarana gedung PCNU Kulonprogo, pendirian RSNU yang terdampak proyek rel kereta api, buku sejarah NU Kulonprogo yang masih perlu disempurnakan, pelaksanaan pendidikan Kader Penggerak NU dan program-program lainnya.

Fahmi Akbar Idris dalam arahannya menegaskan, konfercab memiliki tiga agenda penting, yakni pertanggungjawaban pengurus lama, menyusun program kerja untuk periode berikutnya serta memilih mandataris untuk melaksanakan program yang telah disusun. “Sehingga setiap konferensi ketiga amanat tersebut harus dilaksanakan. Organisasi NU mengamanatkan pemilihan Rois Syuriah dan Pengurus Tanfidz musyawarah mufakat. Itu penting karena kalau kiainya saja tidak bisa musyawarah mufakat bagaimana dengan santrinya, sehingga pembentukan pengurus hendaknya musyawarah mufakat,” tegas Fahmi. (Sani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here