PBNU Ikut Selesaikan Konflik Palestina Israel

0
11

PENGURUS Wilayah Nahdlatul ‘Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) mendukung keterlibatan jam’iyah atau organisasi NU melalui Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU) untuk mengambil peran diplomasi sipil agar penyelesaian konflik israel-Palestina mendapatkan solusi permanen. Selain itu PWNU DIY juga mendukung segala upaya menciptakan perdamaian yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Palestina maupun Israel, termasuk tokoh-tokoh Agama, baik itu dari Yahudi, Kristen maupun Islam.

Demikian antara lain pernyataan sikap PWNU DIY yang dibacakan H Fahmi Akbar Idries SE (Wakil Ketua Tanfidziyah) pada Syawalan Warga NU DIY. Acara dilaksanakan secara luring terbatas di Gedung PWNU DIY Jalan MT Haryono Yogya, Minggu (23/5). Acara diikuti segenap pengurus dan warga NU se-DIY secara daring karena disiarkan secara Virtual melalui Channel Youtube: NAHNU TV.

Acara juga diisi pemberian ijazah dan pengamalan Hizib Nashar untuk kemenangan Palestina oleh Rais Syuriyah PWNU, KH Mas’ud Masduki, sambutan Ketua Tanfidziyah PWNU DIY Prof Dr Nizar Ali, Ngaji Aswaja oleh KH Chasan Abdullah dan Taushiyah oleh Katib “Am PBNU KH Yahya C Tsaquf atau Gus Yahya.

Ditambahkan, PWNU DIY mendukung penuh pernyataan sikap PBNU terkait konflik Palestina dan Israel, di antaranya mengutuk keras agresi Israel ke Palestina, mendorong upaya gencatan senjata, mendorong PBB dan komunitas internasional untuk melakukan upaya-upaya perdamaian, mendorong pemerintah Ri untuk galang dukungan internasional bagi negara palestina. “Kita mensyukuri gencatan senjata yang sudah terjadi di palestina dengan Israel yang sudah menwaskan banyak pihak,” katanya sambil menambahkan, sejak Muktamar tahun 1938 NU tidak pernah berubah sikapnya terkait kemerdekaan negara Palestina.

PWNU DIY juga mendukung penuh inisiatif PBNU melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk rehabilitasi lokasi di jalur Gaza yang telah rusak secara masif akibat konflik Israel Palestina. Penggalangan juga dilakukan di DIY yang dikoordinir LAZISNU. Nantinya dana yang berhasil dikumpulkan penyalurannya tidak melalui jalur non formal, tetapi formal yaitu kedutaan besar, sehingga diyakini tidak salah sasaran. (Lutfi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here