Duka Wafatnya Ulama

0
38

PADA September 2020 lalu viral di media sosial sebuah tayangan saat Ustadz Yusuf Mansyur Setoran hafalan Alquran kepada Romo KH R Muhammad Najib Abdul Qodir di Pesantren Al Munawwir Krapyak. Dalam video itu, terlihat Ustadz Yusuf Mansyur ditemani seorang kawan yang juga alumni Krapyak, mengajak kedua putranya sowan.

Boleh disebut inilah pertemuan Ustadz Selebritis cum Pebisnis dengan Kiai Sepuh Tradisional. Saat masuk ke ndalem Kyai Najib, Ustadz Yusuf Mansyur melihat belasan santriwati yang duduk bersimpuh tepat di pintu ndalem, menunggu giliran setoran hafalan. Kyiai Najib yang berada di balik tirai ruang tamu ndalem, menyimak hafalan santri putri satu per satu.

Satu komentar meluncur dari Ustadz Yusuf Mansur, “Ini Simbah Kyai masih menerima setoran langsung? Subhanallah…” katanya penuh ketakjuban. Kawannya pun menyahut, “Ya begitulah Romo Kyai Najib, terus istiqomah menerima setoran..”
Lalu ramah tamah antara Ustadz Yusuf Mansur dengan Romo Kyai Najib pun terjadi. Dengan duduk bersimpuh, Ustadz Yusuf pun menyetorkan hafalan QS Al Fath. Pada beberapa bagian sempat dibetulkan oleh Romo Kyai Najib.

Romo Kiai Najib, atau lengkapnya KH Raden Muhammad Najib Abdul Qodir Munawwir adalah putra KHR Abdul Qodir Munawwir bin KH Muhammad Munawwir. Romo Najib kemudian menjadi santri kinasih yang mendapat ijazah qira’ah sab’ah dari Mahaguru Alquran di Jawa, KH Arwani Amin Kudus. Nama terakhir ini telah mendapat ijazah serupa dari Mahaguru Alquran nusantara, KH Muhammad Munawwir, muassis Pesantren Krapyak, yang tak lain adalah kakek dari Kiai Najib sendiri.

Kini Kyai Najib telah meninggalkan kita. Duka sedalamnya bagi kita. Bukan saja kehilangan sosok Panglima Alquran, namun kepergian ulama adalah cara Allah mencabut ilmu. Mautul ‘alim mautul alam, berarti kematian seorang yang alim sama dengan kematian alam. Ibarat ilmu adalah cahaya di alam semesta ini yang menerangi orang dari kegelapan kepada alam yang terang-benderang. Ketika tidak ada ilmu dengan kematiannya orang alim, terjadilah kegelapan.

Dalam satu riwayat, seandainya tidak ada ulama atau orang alim, manusia seperti hewan. Setelah para nabi dan rasul tidak ada, mereka digantikan warasatul anbiya, yakni para ulama. Para ulama tidak hanya menjadi ahli waris ilmunya, tetapi juga akhlaknya. Bahwa pandemi covid adalah musibah itu benar. Namun jauh lebih musibah ketika para ulama telah wafat. Semoga ribuan santri para penghafal Alquran di pelosok nusantara didikan Kiai Najib mampu meneruskan ilmu jariyah Almaghfurlah. Aamiin…(*)
Bramma Aji Putra (Humas Kanwil Kemenag DIY).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here