UNU Yogya akan Bangun Gedung 9 Lantai

0
45
05NUPE 1-8ce13e51
Rektor UNU Yogyakarta secara simbolis menerima bantuan dari Askrindo.

YOGYA – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menerima bantuan dana sebesar Rp 250 juta dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero, untuk pembangunan kampus UNU yang baru. Bantuan diserahkan oleh Pemimpin Cabang Askrindo Yogyakarta Azhari Nur Kusumo diterima Rektor UNU Yogyakarta Prof Dr Purwo Santoso di Kantor Rektorat UNU Yogyakarta, Jalan Lowanu 47 Umbulharjo Yogyakarta, Kamis (05/11/2020).

Azhari mengatakan, bantuan ini merupakan program CSR dari Askrindo, sebagaimana yang diperintahkan Menteri BUMN, bahwa BUMN diminta untuk menyisihkan pendapatannya untuk mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurut Azhari, penyaluran dana CSR Askrindo tidak hanya untuk UNU Yogyakarta saja, melainkan ada beberapa pihak yang juga mendapat dana CSR ini.

“CSR untuk UNU Yogyakarta diarahkan untuk mendukung persiapan pembangunan kampus baru UNU yang lebih representatif. UNU yang merupakan bagian dari NU menjadi prioritas karena kontribusinya yang besar kepada NKRI. Kultur NU dan pesantren yang mengedepankan akhlak perlu kita dukung sebagai program strategis nasional. Pemberian bantuan ini tidak berhenti di sini, tapi ke depan akan ada program bantuan lagi berkolaborasi dengan kementerian lain,” terang Azhari kepada wartawan usai penyerahan bantuan.

Prof Purwo Santoso menyambut baik bantuan CSR dari Askrindo untuk mendukung pembangunan kampus baru UNU Yogyakarta. Menurutnya, kampus baru UNU Yogya akan dibangun di Desa Banyuraden Gamping Sleman, tepatnya di sebelah utara persilangan rel kereta api dengan Jalan Ringroad Barat. Gedung kampus baru ini akan memiliki 9 lantai. Pembangunannya direncanakan dimulai awal tahun 2021. “UNU Yogya punya konsep pengembangan SDM unggul. Kerja sama ini menjadi pembuka kolaborasi-kolaborasi yang lain antara BUMN dan UNU Yogya,” katanya.

Konsep gedung kampus baru menurut Purwo akan terdiri dari 9 lantai yang akan mengadopsi sistem green building dan disebut sebagai highend campus. Nantinya kampus akan bersifat lebih cair dan terbuka untuk seluruh insan kreatif di Indonesia.

“Kampus itu nanti jadi jembatan saja, ya bisa jadi co working space juga untuk siapapun. Kalau mau malah startup bisa beralamat di kampus itu, sebelum punya kantor yang mapan. Bukan hanya untuk mahasiswa UNU saja tapi siapapun,” ungkapnya. (Lutfi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here